Apabila anda mencari informasi terkait nilai glikemik indek gula
kelapa, atau gula merah atau gula jawa cukup mudah karena tersedia di
banyak media, blog atau hasil penelitian yang diposting di internet
misalnya disini. Gula kelapa memiliki indeks glikemik 35.
Sedangkan kalau anda mencari indeks glikemik gula aren, mungkin akan
mengalami sedikit kesulitan, kecuali anda langsung ke sini, yang
merupakan hasil penelusuran dari beberapa media dan buku. Disebutkan
bahwa nilai indeks glikemik indeks gula aren adalah 70 (kategori “merah”
aliasn tinggi).
Apakah berbeda gula kelapa dengan gula aren?
Gula kelapa sangat berbeda dengan gula aren. Material bahan dasar
pembuatannya saja sudah berbeda. Gula kelapa dibuat dari nira pohon
kelapa, sedangkan gula aren dibuat dari nira pohon aren (pohon
kolang-kaling).
Hal ini berpengaruh pada komposisi masing-masing gula dimaksud.
Komposisi gula kelapa dapat dipelajari disini, sedangkan komposisi gula
aren dapat dicari disini.
Indeks Glikemik
Perbedaan komposisi gula kelapa dan gula aren jelas akan membuat
perbedaan indeks glikemik-nya karena indeks glikemik diukur berdasarkan
komposisi produk dimaksud, diantaranya kandungan gula-nya. Menurut
Sarwono W (2002), cara pengolahan (tingkat gelatinisasi pati dan ukuran
partikel), perbandingan amilosa dan amilopektin dan kandungan gizi pangan
sangat berpengaruh pada indeks glikemik produk dimaksud.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa antar pohon kelapa saja dapat
menghasilkan gula yang indeks glikemiknya berbeda, apalagi kalau
dibandingkan dengan gula aren yang jenis pohonnya saja berbeda. Kalau
anda mencari informasi melalui google mengenai glikemik indek anda akan
menemukan beberapa informasi yang menyatakan bahwa indeks glikemik gula
aren adalah 35. Padahal informasi tersebut diambil dari indeks glikemik
gula kelapa. Saya khawatir mereka salah mensitir informasi karena
kesulitan mendapatkan informasi mengenai indeks glikemik gula aren,
akhirnya menyamakan dengan indeks glikemik gula kelapa.
Apabila hal tersebut yang dilakukan, jelas sangat menyesatkan bagi
para pelaku diet yang memburu gula dengan indeks glikemik rendah seperti
gula kelapa, karena faktanya gula aren mempunyai indkes glikemik yang
sangat tinggi, yaitu 70.
Kesimpulan
Dari pembahasan mengenai glikemik indek antara gula kelapa dan gula aren
di atas, kami simpulkan bahwa gula kelapa lebih sehat dibandingkan gula
aren karena gula kelapa memiliki indeks glikemik yang jauh lebih rendah
dari gula aren. Indeks glikemik gula kelapa adalah 35, sedangkan indeks
glikemik gula aren adalah 70.
Berdasarkan perbandingan diatas itulah yang mendasari kami memilih Gula jawa Al Abroor dibuat dari nira kelapa karena lebih rendah kadar Glikemik indexnya dibanding gula aren.
Rabu, 23 Maret 2016
GULA MERAH KELAPA
The Philippine Food and Nutrition Research Institute yang melakukan penelitian mengenai indeks glikemik pada gula palem/gula merah kelapa (coconut palm sugar), menemukan bahwa gula merah kelapa memiliki indeks glikemik sebesar 35.
Nilai indeks glikemik ini termasuk dalam kategori rendah (< 55). Penelitian ini dilakukan pada 10 orang responden yang diperlakukan khusus. Sebagai informasi, nilai indeks glikemik gula pasir yaitu 64, hampir mendekati indeks glikemik tinggi (>70). Selain nilai indeks glikemik yang rendah, gula merah kelapa juga mengandung sejumlah zat gizi yang tidak terdapat atau sangat sedikit terdapat dalam gula pasir.
Gula merah kelapa juga mengandung sejumlah asam amino dan vitamin. Tabel berikut menggambarkan perbandingan mineral mikro dan makro pada gula merah kelapa dan gula pasir.
Tabel perbandingan mineral makro dan mikro pada gula merah kelapa dan gula pasir.
Dianalisis oleh: Philippine Coconut Authority – Plant and Tissue Analysis Laboratory (Sept. 11, 2000).
Nilai indeks glikemik ini termasuk dalam kategori rendah (< 55). Penelitian ini dilakukan pada 10 orang responden yang diperlakukan khusus. Sebagai informasi, nilai indeks glikemik gula pasir yaitu 64, hampir mendekati indeks glikemik tinggi (>70). Selain nilai indeks glikemik yang rendah, gula merah kelapa juga mengandung sejumlah zat gizi yang tidak terdapat atau sangat sedikit terdapat dalam gula pasir.
Gula merah kelapa juga mengandung sejumlah asam amino dan vitamin. Tabel berikut menggambarkan perbandingan mineral mikro dan makro pada gula merah kelapa dan gula pasir.
Tabel perbandingan mineral makro dan mikro pada gula merah kelapa dan gula pasir.
| Kandungan mineral | Coconut Palm Sugar | Refined (White) Sugar |
|---|---|---|
| Mineral mikro mg/L (ppm) dalam bahan kering | ||
| Mangan (Mn) | 1.3 | 0 |
| Boron (B) | 0.30 | 0 |
| Seng (Zn) | 21.20 | 1.20 |
| Besi (Fe) | 21.90 | 1.20 |
| Tembaga (Cu) | 2.3 | 0.60 |
| Mineral makro mg/L (ppm) dalam bahan kering | ||
| Nitrogen (N) | 2,020 | 0 |
| Fosfor (P) | 790 | 0.70 |
| Kalium (K) | 10,300 | 25 |
| Kalsium (Ca) | 60 | 60 |
| Magnesium (Mg) | 290 | 10 |
| Natrium (Na) | 450 | 10 |
| Klorin (Cl) | 4,700 | 100 |
| Belerang (S) | 260 | 20 |
GULA SEMUT
Gula semut atau palm sugar merupakan gula merah versi bubuk/kristal yang dihasilkan oleh pepohonan keluarga palma/arecaceae (Balai Informasi pertanian,2000). Gula semut adalah sebagian dari turunan yang dihasilkan dari pohon aren dan kelapa.
Penamaan gula semut karena bentuknya menyerupai sarang semut di tanah.
Gula semut memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dibandingkan dengan gula merah versi cetakan/ gula batok.
Gula semut memiliki keunggulan yaitu aroma yang khas, umur penyimpanan yang panjang bisa 1tahun karena sedikit kadar airnya 2-3%, mudah larut dalam air dingin/panas, pengemasan yang praktis dalam kantong dan mudah dikombinasikan dengan berbagai pangan olahan lainnya.
Bahan baku gula semut adalah nira yang berasal dari pohon kelapa, pohon aren , pohon siwalan.
Nira aren dan nira kelapa memiliki perbedaan dalam hal warna, aroma ,rasa dan kadar kotorannya.
Nira aren lebih manis, lebih jernih dan lebih segar dan jumlah padatan yang terlarut dalam air lebih rendah dari nira kelapa.
(Balai penelitian tanaman Palma 2010)
cara pengolahan gula semut hampir sama dengan pengolahan gula merah cetak.
Penamaan gula semut karena bentuknya menyerupai sarang semut di tanah.
Gula semut memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dibandingkan dengan gula merah versi cetakan/ gula batok.
Gula semut memiliki keunggulan yaitu aroma yang khas, umur penyimpanan yang panjang bisa 1tahun karena sedikit kadar airnya 2-3%, mudah larut dalam air dingin/panas, pengemasan yang praktis dalam kantong dan mudah dikombinasikan dengan berbagai pangan olahan lainnya.
Bahan baku gula semut adalah nira yang berasal dari pohon kelapa, pohon aren , pohon siwalan.
Nira aren dan nira kelapa memiliki perbedaan dalam hal warna, aroma ,rasa dan kadar kotorannya.
Nira aren lebih manis, lebih jernih dan lebih segar dan jumlah padatan yang terlarut dalam air lebih rendah dari nira kelapa.
(Balai penelitian tanaman Palma 2010)
cara pengolahan gula semut hampir sama dengan pengolahan gula merah cetak.
Langganan:
Postingan (Atom)

